Pages

Film Hollywood yang Menghina Indonesia

1. House (Serial TV)

Film seri di Starworld. Si dokter House lagi ngobatin anak yang sakit parah banget dibilang sama si dokter, kira-kira begini, “anak sakit parah begini tinggalnya pasti di Indonesia”.

2. Looking For Jackie Chan

Film yang menceritakan anak indonesia keturunan china fans berat jackie chan hingga akhirnya ketemu sang idola. Anak ini memiliki sikap khas indonesia, "MELANGGAR ATURAN", diantaranya saat menerobos satpam & lari dari rumah (pergi ke rumah neneknya di beijing tapi malah ga sampe tempat).

3. In The God Hand

Film tentang selancar dari Hawai ke Bali. Waktu itu ada peselancar2 muda dari Amerika yang nyoba semua ombak yg ada di dunia. Saat itu di Lombok/Bali, ceritanya mereka ketangkep polisi Indonesia, trus polisinya disuap dengan cara “salaman dengan nempelin duit ke tangan polisi”. Lolos deh mereka.

4. Lethal Weapon 4

Dalam salah satu adegannya, Danny Glover memaki-maki dengan mimik khasnya, “Kapal bodoh ini dibuat oleh seorang yang berasal dari Indonesia”. Wah, ngeselin banget ya. Ceritanya imigran china yang diselundupkan pake kapal yang diatasnamakan sebuah perusahan di Indonesia, (tapi fiktif). Coba deh perhatikan waktu Mel Gibson and the geng lagi ngobrol di markas sebelum menyerbu Uncle Benny. 'Jadi, Indonesia digambarkan sebagai negara yang selalu bikin kacau”.

5. The Year Of Living Dangerously 

Film ini berkisah tentang seorang wartawan yang dikirim untuk bertugas di Jakarta pada tahun 1965-1966. Saat itu, Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno sedang mengalami krisis politik dan ekonomi.Tak heran, situasi Jakarta digambarkan sangat kacau, lengkap dengan embel-embel penduduk yang merana karena kelaparan. Dimeriahkan oleh akting dari Mel Gibson dan Sigourney Weaver. Syutingnya sendiri dilaksanakan di Bangkok, karena tidak diijinkan pemerintah di Jakarta. (tanya kenapa?). Hehehe. Akibatnya meski ada beberapa dialog menggunakan Bahasa Indonesia, namun karena aktornya adalah orang bangkok, maka ucapannya terdengar aneh di telinga. Adegan yang paling terkenal sewaktu temennya Mel Gibson, Billy Kwan (ni artis cewek cuman di film ini main jadi cowok) ngegantungin spanduk di Hotel Indonesia (ceritanya) dengan tulisan SOEKARNO FEED YOUR PEOPLE. Saat Oscar 1982, film ini menang untuk artis terbaik Linda Hunt.Fim ini gak cuman nyebutin indonesia tapi tentang Indonesia. Jadi, dalam film ini, Indonesia digambarkan sebagai negara penuh konflik.

6. West Wing

Sebuah serial tv yang bersetting gedung putih, dengan tokoh presiden Amerika fiktif President Bartlett (Martin Sheen) beserta stafnya. Salah satu episodenya menceritakan tentang kesibukan gedung putih dalam menerima kunjungan presiden Indonesia (tentu fiktif juga) namanya Siguto (mungkin maksudnya Sugito, hahaha). Dari awal film ini Indonesia terus dijelek-jelekkan, sehingga sempat bikin kesel waktu nonton (hehehe), masa ada kalimat begini yang diucapkan seorang staf gedung putih kepada seorang staf gedung putih lainnya: “Hati-hati jangan bikin orang indonesia tersinggung, atau kepalamu akan dipenggal dan diarak keliling kota”. Staff yg memperingatkan itu bilang dia lihat di internet, trus staff yang satu lagi enggak percaya.

Jadi untungnya yang nonton West Wing juga emang gak diarahkan untuk percaya kalo Indonesia seprimitif itu. Belum lagi informasi yang salah tentang Indonesia. Digambarkan juga bahwa orang Indonesia adalah bangsa yang bodoh dan tak bisa berbahasa Inggris. Trus, ceritanya presiden Indonesia datang (dan lagi-lagi berwajah Jepang) namun gerak-gerik dan tata bahasanya mengingatkan kita sama presiden Gus Dur (Hehehe, gak tau sengaja
 apa enggak). Si pemeran bapak dan ibu Siguto sebagai Pres RI ini cuman kebagian disorot dari belakang, yang penampilannya jadul abisss. Pak Presiden pake peci, istrinya pake kebaya dan dikonde hehehe. And mereka sipit bangetss, mungkin cari muka melayu susah, jadi sutradara menyamaratakan orang Asia gitu aja. Diceritain disini staff gedung putih kebingungan nyari translator karena mereka bilang Indonesia speaks in 300 different languages, dan dibilang kita gak punya bahasa nasional. Disini ngaconya! Tambahan lagi staff Indonesia itu ceritanya orang Batak, dan kacaunya lagi namanya: Rahmahidi Sumahijo Bambang (lucunya waktu tuh bule ngucapin nih nama), mana nama bataknya? Kayaknya gak pernah denger ada orang Batak namanya Rahmahidi Sumahijo, orang Jawa aja kayaknya ga ada.

Ketika presiden sedang konferensi pers, para stafnya pun melakukan pertemuan informal dan mereka pusing nyari translator karena ada 1 orang yang bisa Bahasa Batak, dan dia orang Portugis, tapi tuh orang ga bisa Bahasa Inggris, jadi di film ini ceritanya mereka nyari 2 orang akhirnya buat
 translate Inggris->Portugis, Portugis-> Batak. Mereka berusaha menjelaskan jika mereka akan membantu perekonomian Indonesia dengan syarat beberapa tahanan politik dibebaskan. Untungnya, ending film ini bagus. Ketika mereka bersusah payah berbicara Batak dan Portugis, tiba-tiba, staf indonesia yaitu si Bambang ini (yang ini mukanya emang melayu..ga tau apa indonesia beneran..) itu bicara bahasa Inggris dan memaki-maki para staf gedung putih “Anda pikir kami bangsa yang bodoh?

Anda pikir kami tak tahu anda anggap apa bangsa kami dan apa anda pikir kami tak bisa berbahasa Inggris? Kami mengerti semua perkataan anda bahkan arah pidato presiden anda kami sangat paham. Tapi kami bangsa yang berdaulat. Jangan mentang-mentang anda negara kuat seenaknya saja mengatur kebijakan dalam negri kami. Urus saja urusan dalam negeri anda. Dan satu hal, daripada kami mengikuti kemauan Anda, lebih baik kami tak usah dibantu sama sekali”. Bagus banget endingnya.
Sayang cuma di film ya…


PARIS














Crazy Little Thing Called Love Movie S

Masihkah Anda dapat mengingat masa dimana Anda mulai tertarik dengan sesorang dan merasa jatuh cinta kepadanya? Masa dimana Anda akan melakukan berbagai hal untuk dapat menarik perhatian orang yang Anda sukai — mulai dari melakukan berbagai hal cheesy seperti menyukai segala hal yang ia sukai hingga berusaha menjadi sosok yang selama ini berbeda dari kepribadian yang selama ini Anda tampilkan. Cinta memang sebuah kekuatan yang aneh. Pada beberapa orang, cinta dapat memberikan sebuah pengaruh buruk. Namun untungnya, pada banyak orang lainnya, cinta membuat mereka untuk menjadi sesosok manusia yang lebih baik bagi orang yang mereka cintai.
Dalam Crazy Little Thing Called Love, seorang gadis berusia 14 tahun, Nam (Pimchanok Luevisetpaibool), untuk pertama kalinya merasakan adanya getaran cinta di dalam hatinya kepada salah seorang seniornya, Chon (Mario Maurer). Masalahnya, dengan wajah Chon yang sangat tampan — dan ditambah dengan kepribadian yang menarik serta kemampuan olahraga yang mengagumkan — Nam bukanlah satu-satunya gadis di sekolah tersebut yang jatuh hati terhadap Chon. Dengan wajah dan kepribadian yang biasa saja, jelas Nam bukanlah seorang kontender favorit yang dapat memenangkan hati Chon. Dengan bantuan teman-temannya, dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan hati seorang pria, Nam mulai melakukan berbagai prubahan pada dirinya. Suatu perubahan yang secara perlahan, tanpa disadari Nam, malah membuatnya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya… jalan cerita Crazy Little Thing Called Love sangatlah sederhana dan cenderung cheesy. Sama sederhana dancheesy-nya dengan pengalaman siapapun pada saat mereka sedang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dengan jalan cerita yang sangat familiar, jelas keunggulan utama film ini bukan berada pada departemen penulisan naskah. Walau begitu, naskah cerita yang ditulis oleh dua sutradara film ini, Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon dan Wasin Pokpong, sama sekali tidak buruk mengingat mereka berhasil memadukan jalan cerita yang sederhana dan familiar tersebut dengan elemen komedi yang banyak tercermin dari dialog-dialog yang segar di sepanjang film ini serta, tentu saja, kisah cinta yang mampu menyentuh siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri. Cukup manishuh?
Sama seperti film-film drama komedi sejenis yang mengisahkan mengenai transformasi seorang karakter yang biasa saja pada awalnya menjadi seorang karakter yang menarik di akhir cerita, Crazy Little Thing Called Love juga berjuang untuk mempertahankan sisi menarik kisahnya ketika sang karakter utama telah berubah menarik. Sayangnya, usaha ini dapat dikatakan kurang begitu dapat dieksekusi dengan baik ketika bagian pertengahan film ini terasa sedikit hambar jika dibandingkan dengan bagian sebelumnya. Plot cerita tambahan mengenai guru Nam, Inn (Sudarat Budtporm), yang dikisahkan mengejar perhatian guru lainnya, juga kurang berhasil mengisi kekosongan ruang dalam film ini dan seringkali hanya terasa sebagai perulangan kisah cinta Nam namun berasal dari karakter yang lebih dewasa.
Letak keberhasilan utama Crazy Little Thing Called Love dalam menyampaikan jalan ceritanya adalah karena sutradara film ini berhasil mendapatkan jajaran pemeran yang mampu dengan sangat baik menghidupkan setiap karakter yang mereka bawakan, khususnya Pimchanok Luevisetpaibool yang berhasil memerankan karakter Nam dan menjadikannya sebagai sesosok karakter yang sangat menyenangkan di balik seluruh keluguannya dalam mengenal cinta pertamanya. Karakter Nam sendiri menjadi terasa begitu hidup berkat dukungan tiga karakter sahabatnya yang selalu dapat diandalkan dalam memberikan berbagai adegan komedi untuk film ini.
Sebagai lawan main Pimchanok Luevisetpaibool, aktor muda, Mario Maurer, memang sangat tepat untuk memerankan Chon yang menjadi idola seluruh gadis di sekolahnya. Walau sepertinya hal tersebut tidak membutuhkan kemampuan akting yang terlalu mendalam, penampilan Maurer sebagai Chon tidak sepenuhnya mengecewakan. Setidaknya ia juga berhasil dalam menampilkan sisi sensitif karakternya yang datang ketika karakter tersebut berhubungan dengan masalah masa lalu sang ayah atau perjuangannya dalam berusaha untuk membuktikan kemampuannya dalam bidang fotografi dan sepakbola.
“kita semua”
“memiliki seseorang yang tersembunyi di dasar hati”
“Ketika kita berpikir tentang dia, kita akan merasa seperti… umm ….”
“Selalu merasa sedikit sakit di dalam”

“Tapi kita masih ingin mempertahankan dia”
“Meskipun aku tidak tahu di mana dia sekarang ..”
“Apa yang dia lakukan”
“Tapi dia adalah orang yang membuatku mengetahui hal ini..”
…..
…..
“Hal-hal gila, yang disebut CINTA” (crazy little thing called love)

Mission Impossible4 movie

Berbeda dengan tiga seri dalam franchise Mission: Impossible (1996 – 2006) sebelumnya, Mission: Impossible – Ghost Protocol berhasil meningkatkan performa deretan aksi yang disajikan. Tidak hanya disajikan dalam porsi yang lebih banyak, adegan-adegan aksi tersebut juga mampu ditampilkan dengan tingkat intensitas yang lebih tinggi dan akan mampu memacu adrenalin setiap penontonnya. Walaupun begitu, Mission: Impossible – Ghost Protocol juga bukanlah seri yang paling serius diantara seri lain dari franchise yang diangkat dari sebuah serial televisi ini. Berbekal pengalamannya dalam mengarahkan dua film animasi, The Incredibles (2004) dan Ratatouille (2006), yang tetap mampu tampil komikal di tengah-tengah keseriusan jalan cerita yang disampaikan, Brad Bird berhasil mengarahkan sisi komedi dari Mission: Impossible – Ghost Protocol untuk dapat tampil sama maksimalnya dengan sisi aksi film ini dan membuat Mission: Impossible – Ghost Protocol menjadi sebuah sajian aksi yang tidak hanya menegangkan, namun juga berhasil tampil sangat menghibur.
Mission: Impossible – Ghost Protocol dibuka dengan adegan penyelamatan yang dilakukan oleh agen Jane Carter (Paula Patton) dan agen Benji Dunn (Simon Pegg) terhadap agen Ethan Hunt (Tom Cruise) yang sedang ditahan di sebuah penjara di Rusia. Namun, misi untuk mengeluarkan Ethan dari penjara tersebut bukanlah satu-satunya misi yang harus dilaksanakan oleh ketiga agen tersebut. Oleh pimpinan Impossible Missions Force, Ethan ternyata ditunjuk untuk memimpin Jane dan Benji untuk menemukan seorang teroris asal Rusia, Kurt Hendricks (Michael Nyqvist), yang berniat untuk mewujudkan adanya perang nulir antara Amerika Serikat dengan Rusia. Sayangnya, Ethan dan kelompoknya kemudian terjebak dalam sebuah perangkap yang membuat mereka justru dijadikan tersangka dan IMF akhirnya ditutup pengoperasiannya oleh pemerintah Amerika Serikat.
Pun begitu, Ethan tidak mau menyerah begitu saja. Dengan bantuan Menteri Pertahanan Negara Amerika Serikat (Tom Wilkinson), yang kemudian memperkenalkan Ethan pada seorang analis intelijen, William Brandt (Jeremy Renner), yang nantinya akan turut bergabung dalam kelompok yang dipimpin oleh Ethan, Ethan akhirnya memulai rentetan misinya dalam menemukan Hendricks dan mencegahnya dari memicu peraang nuklir antara dua negara adikuasa di dunia. Jelas bukanlah sebuah misi yang mudah. Sebelum dapat menemukan Hendricks, Ethan dan teman-temannya harus menemukan kode pemicu tenaga nuklir tersebut terlebih dahulu yang kini sedang berada di tangan Sabine Moreau (Léa Seydoux), seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran dengan tingkat kemampuan membunuh yang sangat menakutkan.
Mereka yang telah hafal dengan cara pengarahan Brad Bird seperti yang ditunjukkannya pada The Incredibleskemungkinan besar tidak akan merasa terlalu penasaran dengan cara Bird mengarahkan Mission: Impossible – Ghost Protocol. Sama seperti yang dilakukannya pada The Incredibles, Bird menghadirkan deretan adegan aksi yang begitu mengagumkan pada Mission: Impossible – Ghost Protocol. Tidak sekedar adegan aksi biasa, Bird mampu menghadirkan adegan-adegan aksi tersbeut dalam tingkatan intensitas yang begitu tinggi sehingga penonton akan dijamin dapat merasakan ketegangan penuh setiap kali adegan aksi tersebut hadir di dalam jalan cerita.
Namun, Bird bukanlah Michael Bay yang menghadirkan deretan adegan aksi dan ledakan tanpa mampu mengolah jalan ceritanya dengan lebih mendalam. Bird adalah seorang sutradara yang mengutamakan kualitas jalan cerita film yang ia arahkan. Atas dasar itu pula, jalan cerita Mission: Impossible – Ghost Protocol tetap mampu tampil memikat, berisi dan kadang cenderung berhasil tampil emosional. Walau melakukan modernisasi cerita dalam kapasitas yang tinggi, Bird juga tetap tidak lupa untuk tetap menjaga beberapa unsur nostalgia yang dimiliki oleh seri cerita franchise Mission: Impossible yang ia lakukan lewat pemilihan berbagai peralatan canggih yang digunakan karakter Ethan dan kelompoknya dalam memburu karakter Kurt Hendricks. Yang paling memiliki nuansa nostalgia tentu saja penggunaan berbagai topeng yang menyamarkan wajah asli mereka ketika mereka sedang berada dalam penyamaran. Selain itu, alat-alat berperan karakter Ethan dihadirkan sangat modern, canggih dan akan mampu membuat kagum setiap penontonnya.
Walau akan dapat dengan mudah merebut gelar film aksi terbaik di sepanjang tahun 2011, Mission: Impossible – Ghost Protocol bukanlah hadir tanpa cela. Jika pada seri-seri sebelumnya para karakter penjahat dihadirkan dengan begitu kompleks dan mendalam, maka pada seri kali ini, karakter antagonis utama, Kurt Hendricks, hampir tidak mendapatkan bagian penceritaan yang layak. Karakternya hanya dihadirkan dalam sebagian kecil dan tidak pernah mampu untuk dapat benar-benar tampil sekelam apa yang sebenarnya ingin dicapai jalan cerita Mission: Impossible – Ghost Protocolpada karakter tersebut. Tidak hanya pada karakter Kurt Hendricks, karakter-karakter pendukung seperti Jane Carter dan William Brandt yang baru dihadirkan di seri kali ini juga tampil minimal dalam penggalian karakterisasinya. Bukan masalah besar sebenarnya, mengingat Mission: Impossible – Ghost Protocol masih murni merupakan film milik karakter Ethan Hunt.
Berbicara mengenai karakter Ethan Hunt, diusia yang hampir mengunjak 50 tahun, Tom Cruise masih mampu membuktikan dirinya adalah salah satu aset akting terbaik yang dimiliki oleh Hollywood. Dalam Mission: Impossible – Ghost Protocol, Cruise membuktikan bahwa usia tidak menghalanginya untuk melakukan banyak adegan aksi yang menuntutnya untuk melakukan olah fisik dengan begitu keras. Akting yang ia tampilkan bersama Simon Pegg, Paula Patton dan Jeremy Renner juga tampil maksimal, dengan chemistry yang begitu erat tercipta antara ketiganya. Dan Pegg juga seringkali berhasil untuk mencuri perhatian dengan deretan dialog jenaka yang dimiliki oleh karakternya. Pegg berhasil memberikan banyak momen-momen menyenangkan dalam Mission: Impossible – Ghost Protocol untuk disaksikan.
Jadi… apakah Mission: Impossible – Ghost Protocol akan menjadi misi terakhir yang akan dilaksanakan oleh karakter agen Ethan Hunt? Menilai berdasarkan ending film ini, tidak jelas akan menjadi jawaban pasti. Namun, dengan apa yang berhasil diraih oleh Brad Bird dalam debut penyutradaraannya dalam sebuah film live-action ini, Mission: Impossible – Ghost Protocol masih mampu membuktikan bahwa franchise ini masih mampu berbicara banyak jika berada di tangan seorang sutradara yang mengerti bagaimana cara bersenang-senang yang tepat dengan material yang ia miliki. Tom Cruise sekali lagi membuktikan bahwa ia adalah seorang aktor yang dapat diandalkan. Jajaran pemeran yang memikat, humor yang cerdas dan kemudian berpadu dengan deretan adegan aksi yang menegangkan membuat Mission: Impossible – Ghost Protocol, dengan mudah, menjadi film aksi terbaik di sepanjang tahun 2011!

chord guitar aku dirimu dirinya

F       F/E  Dm                  Bb    C
Tak ada    yang harus kita sesali
F             F/E   Dm                    Bb    C
Semua indah    yang pernah kita alami
Dm   Am
Meskipun  terbatas
Dm                               C
Dan tak mungkin terikat janji abadi
D      A/C#       Bm
Reff: Aku, dirimu, dirinya
A                      G        Em7        A
Tak akan pernah mengerti tentang suratan
D     A/C#         Bm
Aku, dirimu, dirinya
A                G  D/F#  Em7    A       D
Tak resah bila sada  ri   cinta tak ‘kan salah
Bb           F           Gm                Dm
Andai waktu bisa kita putar kembali
Bb        F              Gm             A
Jalinan cerita mungkin tak begini
Kembali ke: Reff
Int: F   C/E   Dm   Bb   Am7 (2x)
Dm     Am7                 Dm
Meskipun terbatas saling pandang
Bb               C
Dan tak akan lebih lagi
Kembali ke: Reff
Int: F   C/E   Dm   Bb   Am7 (2x)
Gm              C
Tentang suratan
F             C/E          Dm
Dirinya untukku hadirnya
C                 Bb Am7
Tak akan aku sesali
Gm         C             F
Cinta tak ‘kan salah…
Int: F   C/E   Dm   Bb   Am7 (2x)
Coda: F   Bb (2x)   F

Tempat Terbaik Untuk Liburan Natal

1. Bethlehem di Tepi Barat:
http://www.sentrainfo.com/artikel_files/umum/Nativity_Church.jpg

Komersialisme kini kian menggusur makna sebenarnya dari Natal. Maka untuk kembali pada akar dari Natal, tak ada yang bisa mengalahkan perziarahan ke tempat kelahiran Yesus. Manger Square (Pelataran Palungan) di bagian Old City, Bethlehem, pada malam Natal dipenuhi pohon Natal. Dan puncak perayaan bisa ditemukan pada misa tengah malam di gereja St. Catherine, persis ketika lonceng berbunyi pukul 24.00.

2. Desa Santa Claus, Finlandia:
http://media.cnbc.com/i/CNBC/Sections/News_And_Analysis/_Europe/Slideshows/0910_Vacations/Finland_Santa_Claus_Village_Lapland.jpg
Kalau tak puas dengan banyaknya Santa Claus di mal, berkemaslah dan terbang ke lingkaran artik Finlandia. St. Nicholas alias Santa Claus merupakan warga kehormatan di Desa Santa Claus ini. Walau terletak di daerah bersalju, di pedalaman hutan yang dihuni rusa, tapi para turis malah makin tertarik mengunjungi desa ini. Tak jauh dari desa itu juga terdapat taman ria Santa Park. Agak mahal mengunjungi tempat ini, tapi Anda dijamin puas.

3. New York, Amerika:
http://www.interiordesign.net/articles/blog/1850000585/20081229/rockefeller-center-christmas-tree-scene-photo-new-york-city-manhattan-_srcgpx10001x14487x1bkwvbkwf.jpg
Cukup banyak film yang menampilkan semaraknya New York di waktu Natal (contoh: Home Alone 2). Lampu Natal di mana-mana, semoga ada sedikit salju turun, lalu Anda bisa melihat gemerlapnya pohon Natal terbesar di Rockefeller Center yang sudah dipasang dari awal Desember, ice-skating di sekitar pohon Natal itu, lalu berbelanja di toko-toko mewah di New York. Dan di penghujung acara ada pertunjukkan "The Nutcracker" oleh New York Ballet.

4. Pantai Bondi, Australia:
http://nimg.sulekha.com/Others/original700/australia-beach-christmas-2008-12-25-2-3-5.jpg
Kebalikan dari semua klise Natal di bagian utara dunia, di pantai ini Anda tak akan menemukan salju atau lampu Natal. Tanggal 25 Desember pantai ini akan penuh oleh backpacker, dan digoncang oleh pertunjukan DJ dan band. Ini tempatnya untuk cuci mata.

5. Misa Tengah Malam, Vatikan, Itali:
http://www.bbc.co.uk/languages/christmas/images/vatican_city_istock_scubabartek.jpg
Pastinya pusat dari gereja Katolik ini akan merayakan Natal dengan besar-besaran. Kota Vatikan memuat daya tarik spiritual secara umum, tapi waktu Natal atmosfernya lebih kental lagi. Aroma kacang chestnut panggang harum di jalanan dan seluruh kota dipenuhi presepi (adegan kelahiran Yesus). Tempat-tempat yang wajib disinggahi: Pelataran St. Peter, Piazza Navona, dan gereja Santa Maria di Aracoeli pada Bukit Capitoline. Vatikan merupakan tempat yang paling banyak menarik peziarah. Misa Natal tengah malam di Basilika St. Peter, atau di tengah hari pada 25 Desember, merupakan acara-acara tak terlupakan.

6. Dublin, Irlandia:
http://www.emmettloverde.com/ebay/Dublin-Mall.jpg
Umat Katolik di Irlandia merayakan Natal dengan rasa humor. Acara yang paling menarik adalah renang pada pagi 25 Desember, di kolam air asin 12 meter. Menjelang Natal jalanan kota Dublin selalu ramai, ada Pasar 12 Hari Natal di Docklands, pertunjukkan pantomim, lampu-lampu Natal, ice-skating, beserta bazar dan perayayaan di Temple Bar. Jangan lupakan juga nyanyian Natal (Christmas Carol) di Katedral St. Patrick.

7. Nuremberg, Jerman:
http://extras.mnginteractive.com/live/media/site291/2008/1219/20081219_032654_german_market.jpg
Membeli hadiah Natal tak selamanya di pertokoan atau mal, cobalah mengunjungi Christkindlesmarkt (Pasar Natal), di Hauptmarkt, Nuremberg. Di sini sekitar 180 kios tenda menawarkan mainan, pernak-pernik, lilin, roti jahe, dan permen bagi para pengunjung. Sambil berkeliling anda bisa menikmati bratwurst (sosis khas Jerman) dan anggur hangat yang dicampur jus atau rempah-rempahan seperti kayu manis, cengkeh, atau jahe. Setelah senja dan semua lampu Natal dinyalakan, tempat ini berubah seperti negeri dongeng. Ini tempat belanja Natal paling romantis.

8. Zurich, Swiss:
http://r0ch4.files.wordpress.com/2009/04/zurich_view.jpg
Terkenal akan coklat, pegunungan, dan salju, Swiss juga cocok untuk liburan Natal, terutama di kota Zurich, karena banyaknya pasar Natal (bahkan di dalam stasiun keretanya), dan juga ada tur keliling kota dengan tema Natal. Jug ada pohon Natal 'bernyanyi' di Werdmuhleplatz, yaitu koor pada panggung segitiga yang disusun sehingga mirip pohon Natal, lengkap dengan nuansa hijau dan lampu kelap-kelipnya.

9. Tokyo, Jepang:
http://www.japanforum.com/gallery/data/523/medium/tokyo-christmas-2006-11.jpg
Natal di Tokyo selalu gemerlap, tapi tak bernuansa agama. Tradisi Jepang lebih heboh merayakan Tahun Baru daripada Natal, tapi inilah cara umat non-Kristiani mencoba merayakan Natal. Harus diakui semangatnya, dengan semua lampu dan dekorasi menakjubkannya. Tapi sayangnya Natal di Jepang bukanlah hari libur, Jadi ada sedikit anti-klimaks. Malam Natal dirayakan meriah, dan mirip perayaan Valentine, karena inilah kesempatan pasangan muda-mudi menyatakan cinta. Tradisi perayaan Natal di Jepang adalah dengan memasak ayam goreng, lalu diikuti dengan kue tart dengan krim dan stroberi.

10. San Juan, Puerto Rico:
http://www.kestan.com/travel/pr/images2006/Old%20San%20Juan%20street,%20dusk,%20christmas%20lights.jpg
Pulau ini kecil tapi kepribadiannya mendalam. Puerto Rico merayakan Natal tanpa salju, dengan irama salsa dan babi panggang. Perayaan berlangsung dari tengah Desember hingga peringatan Tiga Raja pada 6 Januari. Sejak pertengahan Desember gereja-gereja di Puerto Rico menampilkan nyanyian Natal di setiap misa, dan kelompok-kelompok pengamen Natal alias Christmas Caroler juga mampir dari rumah ke rumah untuk menyebarkan keceriaan. Puncak perayaan adalah pada malam Natal, pada misa tengah malam. Singgahlah juga di Balai Kota, di Plaza de Armas untuk melihat dekorasi Natal dan juga ke pelataran Paseo de la Princesa.

New Year!











HAPPY NEW YEARS ALL "EVERY END IS A NEW BEGGINING" BYE 2011!